Kamis, Mei 21, 2009

Marketing Selling : Biaya Iklan Bisa Tak Terbatas

APAKAH Anda pernah melihat di koran ada iklan yang berbunyi: Ikuti seminar gratis…di Hotel A…., atau datanglah dalam acara kami, dan dapatkan cek kesehatan secara gratis!

Dan dapatkan pula hadiah langsung yang menarik untuk 100 orang pertama yang datang, atau berbagai bentuk iklan lainnya yang menyertakan kata gratis atau hadiah langsung? Menanggapi iklan tersebut, ternyata tidak sedikit orang yang mengatakan, ”Memangnya mereka tidak rugi? Mengadakan seminar atau acara bagus, tapi tiket dan biayanya gratis, di hotel yang berkelas lagi, dan masih diberi hadiah pula”. Atau ada yang berkata, ”Dari mana mereka bisa untung?” Serta masih banyak lagi respons lainnya.

Dari pengalaman saya sendiri, biaya iklan kita sebenarnya bisa tidak terbatas. Artinya, kita juga bisa memberikan sesuatu yang gratis (dan tentu saja juga bermanfaat). Kita bisa melakukannya berulang kali, bahkan dengan biaya tak terbatas. Tentu saja dalam hal ini yang kita lakukan bukan hanya mengeluarkan biaya iklan sebanyak mungkin dan tanpa hasil.Yang saya lakukan adalah selalu membuat suatu iklan yang menghasilkan karena hasilnya telah saya ukur.

Sebagai contohnya: Jika kita ingin mengadakan suatu acara dan kita mengundang peserta secara gratis, di suatu hotel yang bagus,memang kita harus mengeluarkan modal terlebih dahulu antara lain untuk iklan di koran, biaya hotel, dan sebagainya. Namun, jika yang datang atau merespons acara yang kita adakan cukup banyak, misalnya 1.000 orang, dan akhirnya di acara yang kita adakan kita berhasil menjual apa yang kita tawarkan kepada 100 orang saja, dan yang kita jual senilai Rp3 juta per itemnya, sedangkan biaya produksi sesuatu yang kita tawarkan/jual hanya Rp1 juta, maka meski di depan kita harus mengeluarkan biaya hotel, iklan, dan sebagainya (misalnya dengan total pengeluaran Rp30 juta), pada akhirnya kita berhasil mendapatkan penjualan sebesar Rp3 juta x 100 orang atau Rp300 juta.

Kita masih memiliki keuntungan mencapai lebih kurang Rp170 juta (setelah dikurangi biayabiaya pengeluaran). Apakah Anda mau mengulangi hal tersebut? Tentu saja banyak orang akan mau mengulangi kembali jika hasilnya seperti itu, kendati kelihatannya di awal kita harus mengeluarkan biaya cukup besar sekali pun. Jadi kuncinya, jika biaya per pelanggan jauh lebih kecil atau setidaknya lebih kecil dari hasil keuntungan bersih per pelanggan, atau dengan kata lain jika keuntungan bersih Anda per pelanggan dari hasil penjualan jauh lebih besar dari biaya per pelanggan, sudah tentu kita akan bisa mengeluarkan biaya iklan tidak terbatas, bisa diulangi terus, karena sudah terbukti memberikan hasil yang dahsyat.

Selalu diingat, semuanya harus selalu diukur. Dalam hal ini memang kita membutuhkan suatu keahlian dalam bidang pemasaran supaya respons iklannya tinggi dan hasil penjualannya juga tinggi. Dan selalu diingat, agar mendapatkan respons yang tinggi, kita perlu membuat konsep iklannya dengan matang. Informasikan nilai tambah akan apa yang Anda tawarkan. Berikan sensational offer yang dahsyat sehingga orang sangat tertarik untuk melihat iklan Anda dan selanjutnya melakukan tindakan untuk mendatangi atau menghubungi Anda.

Seperti yang telah saya tuliskan sebelumnya, untuk membuat suatu iklan yang efektif, kita harus memperhatikan faktor headline- nya. Karena mengganti headline dengan yang lebih tepat ternyata bisa membuat peningkatan hasil pemasaran atau respons yang lebih dahsyat. Selamat praktik! (*)

TUNG DESEM WARINGIN
Pelatih Sukses No 1 di Indonesia The most Powerful People and Ideas in Business 2005

Referensi : Media Seputar Indonesia, Sunday, 17 May 2009

Tidak ada komentar: