Rabu, Juni 03, 2009

Pengembangan SDM : Meningkatkan Kreativitas di Tempat Kerja


Orang-orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk memikirkan bonus yang akan mereka terima tidak banyak melakukan pekerjaan kreatif.

“Kreativitas” adalah hal yang sangat populer belakangan ini. Setiap orang menyadari bahwa untuk dapat bertahan dan memenangkan persaingan, perusahaan-perusahaan harus kreatif. Namun, karena setiap orang mempelajari kreativitas dengan terburu-buru, mereka menyerap banyak informasi yang salah mengenai kreativitas.

Walaupun penting bagi Anda untuk mengetahui sebanyak mungkin informasi tentang kreativitas, penting juga bagi Anda untuk menyadari konsep-konsep yang salah tentang kreativitas.

Berikut ini beberapa konsep yang salah tentang kreativitas:

1. Kreativitas hanya dihasilkan oleh tipe-tipe orang yang kreatif
Banyak orang memiliki gagasan yang salah bahwa kreativitas adalah bawaan sejak lahir dan oleh karenanya hanya orang-orang yang memiliki karunia tersebut dapat memikirkan ide-ide kreatif. Penelitian telah membuktikan bahwa siapa saja dengan kecerdasan normal mampu berpikir kreatif. Kreativitas tergantung pada beberapa faktor: pengalaman (termasuk pengetahuan dan keterampilan teknis), talenta, dan kemampuan untuk berpikir dengan cara-cara baru. Motivasi dari dalam diri sangat penting. Orang-orang yang menikmati dan termotivasi oleh pekerjaan mereka, sering kali memiliki ide-ide kreatif. Organisasi mencurahkan begitu banyak waktu dan usaha untuk membuat anggota-anggotanya berpikir kreatif. Namun, sebagian besar orang tidak dapat berpikir kreatif karena lingkungan kerja mereka sama sekali tidak mendorong pemikiran kreatif!

2. Uang memotivasi kreativitas
Uang bukanlah faktor penting untuk meningkatkan kreativitas seseorang. Sebaliknya, orang-orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk memikirkan bonus yang akan mereka terima sesungguhnya tidak banyak melakukan pekerjaan kreatif. Tentu saja, orang-orang perlu merasa bahwa mereka mendapatkan gaji yang layak. Namun, penelitian telah menunjukkan (dan sebagian besar dari kita akan sependapat) bahwa orang cenderung jauh lebih kreatif di lingkungan kerja tempat kreativitas didukung, dihargai dan diakui. Orang menginginkan kesempatan untuk dilibatkan secara penuh dalam pekerjaan mereka dan untuk membuat kemajuan yang nyata. Orang menjadi sangat kreatif ketika mereka mencintai pekerjaan mereka dan memaksimalkan keterampilan mereka.

3. Tekanan waktu menciptakan kreativitas
Pendapat umum menyatakan bahwa orang-orang menjadi sangat kreatif ketika mereka berada di bawah tekanan tenggat waktu. Namun, studi telah menunjukkan kenyataan yang sebaliknya. Orang menjadi paling tidak kreatif ketika mereka harus berjuang memenuhi target tenggat waktu. Kenyataannya, studi yang sama menemukan bahkan kreativitas orang-orang bahkan merosot pada hari-hari setelah batas tenggat waktu! Tekanan waktu tidak menciptakan suasana kondusif bagi kreativitas karena orang tidak memiliki waktu untuk memikirkan masalah secara mendalam. Sebagian besar ide muncul setelah orang diberi cukup waktu untuk membiarkan benih ide tersebut 'meresap' ke dalam pikirannya dan berkembang sampai matang.

4. Ketakutan mendorong terobosan
Konsep yang salah lainnya adalah ketakutan dan kesedihan meningkatkan kreativitas. Sebaliknya, studi menunjukkan bahwa sukacita dan kasih berdampak positif bagi kreativitas, sementara itu kemarahan, ketakutan dan kekhawatiran berdampak negatif bagi kreativitas. Penelitian menunjukkan bahwa orang memiliki kemungkinan terbesar untuk menghasilkan ide kreatif ketika mereka gembira, bahkan ketika kegembiraan itu mereka alami sehari sebelumnya! Ketika orang-orang bersukacita dengan pekerjaan mereka, kemungkinan besar mereka akan memikirkannya pada hari tersebut, mematangkan ide tersebut pada malam harinya dan menghasilkan ide kreatif pada hari berikutnya.

5. Pengurangan jumlah karyawan membuat orang menjadi kreatif
Tentu saja kebalikannyalah yang benar. Kreativitas mengalami kemerosotan tajam selama pengurangan karyawan. Akibat pengurangan jumlah karyawan, semua faktor yang kondusif bagi pemikiran kreatif mengalami penurunan. Antisipasi terhadap pengurangan jumlah karyawan dan kekhawatiran terhadap masa depan yang tidak pasti membuat mereka tidak antusias dengan pekerjaan mereka. Akibatnya, kreativitas merosot drastis.

Jadi, pahamilah fakta-fakta ini, dan mulailah mengembangkan lingkungan kerja tempat orang-orang dihargai atas usaha kreatif mereka.

Penulis : James Gwee, T.H., MBA

Tidak ada komentar: