Kamis, Mei 21, 2009

Siapa yang disebut Tokoh ?

Siapa yang layak disebut tokoh? Masing-masing kepala memiliki persepsi yang berbeda. Bergantung dari mana melihatnya

Namun,dilihat dari historikalnya,ada tiga teori yang bisa menjelaskan kemunculan seorang tokoh,yakni teori genetis (kerajaan), teori sosial (melalui pergumulan masyarakat yang bisa disebut lawan dari genetis),dan teori ekologi,di mana seorang tokoh itu muncul sebagai reaksi dari kedua teori tersebut.

Dalam teori ekologi, tokoh yang muncul dari suatu lingkungan yang konfrontatif biasanya tokoh itu sangat kondisional dan berhasil mengondisikan lingkungannya. Tipe tokoh semacam ini mampu menyesuaikan tuntutan masyarakat, termasuk ketika keadaan sebuah negara sedang kacau,tiba-tiba muncul tokoh yang mampu memberi harapan untuk menyelesaikan sebuah persoalan,baik dengan inisiatif sendiri maupun atas dorongan masyarakat di sekitarnya.

Tokoh seperti ini karena sejak awal memiliki kemampuan memimpin dan memiliki komitmen yang besar untuk membuat sebuah perubahan. Tidak salah ketika majalah TIME edisi 29 Desember 2008 memilih Presiden AS terpilih Barack Obama sebagai Person of The Year. Obama sebagai tokoh yang unik,karena dari komunitas minoritas kulit hitam tampil dengan keberaniannya membelah hegemoni kulit putih dengan sebuah harapan besar: perubahan.

Perubahan yang ditawarkan Obama bukan absurd, melainkan perubahan yang bisa menyentak semua lapisan dan etnis di Amerika,yakni menuju Amerika yang sesungguhnya.Kini jargon perubahan telah mendengung menjadi sebuah kredo di mana-mana.Bukan hanya rakyat Amerika,dunia sangat merindukan implementasi kredo perubahan Obama.

Selain Obama,masih banyak tokoh lain yang kini sedang diperbincangkan karena komitmennya membawa sebuah perubahan.Mantan PM Inggris Tony Blair membuat tulisan menarik di majalah TIMEtentang Presiden Prancis,Nicholas Sarkozy.Presiden yang baru 18 bulan memimpin ini dimasukkan sebagai tokoh yang membawa perubahan besar.

Terlepas dari kepemimpinan Sarkozy yang kontroversial karena diplomasi politiknya atau dalam menjalankan proses ketatanegaraan terkadang dibumbui dengan memamerkan istri barunya seorang model,artis yang cantik,Carla Bruni,tetapi Blair memiliki banyak catatan penting tentang Sarkozy.

Di mata Blair,Sarkozy adalah hallmark (simbol) pemimpin yang sesungguhnya.Memiliki kapasitas mengambil putusan yang cepat dan mampu menjalankan dengan cepat pula.Dia diilustrasikan sebagai sosok yang setiap melihat sebuah problem segera ingin memecahkannya.What”s more, he believes he can.

Sebagai Presiden Uni Eropa, Sarkozy juga telah banyak memainkan peranan penting dalam berbagai krisis, baik persoalan krisis ekonomi global, krisis di Georgia,maupun yang sedang menghangat,yakni agresi Israel ke Jalur Gaza.Sarkozy dalam kemelut Israel-Gaza memiliki konsen besar dengan menunjukkan dirinya sebagai sahabat yang baik dengan cara mengirim SMS pada kedua pihak yang bertikai; there can be no peace without stopping settlement.

”Ilustrasi lain dari Blair,Sarkozy tipe pemimpin yang tidak peragu (no doubt),dan think out side the box. Bagi Indonesia,memiliki tokoh besar seperti Obama ataupun Sarkozy yang memiliki komitmen besar membawa sebuah perubahan sangat diperlukan.Ini bukan menunjukkan inferioritas atau pesimistis sebagai bangsa yang besar dengan populasi 230 juta jiwa, tetapi yang diinginkan adalah,dari bangsa ini benar-benar muncul tokoh yang bisa membawa perubahan yang berkemakmuran dan berkeadilan serta mampu menaikkan kewibawaan bangsa di atas bangsabangsa lain.

Indonesia masih meyakini, tokoh-tokoh yang diharapkan itu ada dan mampu memerankan dengan perannya yang besar. Ketika koran SINDO melakukan survei masyarakat dan panel expert yang melibatkan para profesor, profesional, budayawan, untuk memilih para tokoh yang mempunyai komitmen dan kontribusi besar dalam perubahan berhasil menemukan empat tokoh di bidangnya masing-masing.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terpilih sebagai People of The Year(POTY) kategori politik,Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam kategori bidang ekonomi,Dedy Mizwar kategori budaya,dan istri almarhum Munir terpilih dalam kategori hukum.

Empat tokoh ini terpilih karena diyakini tidak saja membawa komitmen perubahan, tetapi menunjukkan karakter thinking outside the box,doing inside the box,doing ordinary things extraordinarily well. Memang,dalam menentukan POTY kali ini ada yang cukup rumit,yakni ketika memilih tokoh politik.

Referensi : Media Seputar Indonesia, Friday, 09 January 2009

Perkembangan Anak : Latih Tanggung Jawab Anak lewat Binatang

BINATANG peliharaan yang Anda berikan kepada si kecil akan melatihnya bertanggung jawab dan memiliki rasa mencintai.Jangan lupa,pilih binatang yang tak berbahaya bagi si kecil.

Lucu dan menggemaskan, itulah yang menjadi pertimbangan bagi banyak orang untuk membeli dan memelihara hewan peliharaan di rumah. Selain itu hewan peliharaan juga bisa menjadi teman bermain buah hati Anda. Memang tidak semua anak menyukai binatang, malah ada yang takut dengan binatang tertentu.

Namun, ada juga anak yang sangat suka binatang. Bila buah hati Anda, termasuk pencinta binatang, tak ada salahnya Anda memberikan binatang untuk teman bermain. Binatang peliharaan yang menjadi favorit kebanyakan orang tua untuk diberikan kepada anak-anaknya, antara lain,anjing,kucing,hamsteratau ikan-ikan yang berenang di dalam akuarium.

Tak hanya sebagai teman bermain, binatang yang Anda berikan buat si kecil bermanfaat bagi perkembangan mental dan psikis.Saat Anda memberikan binatang kepadanya, berarti secara otomatis Anda memberikan tanggung jawab kepada si buah hati. Mereka akan mulai bertanggung jawab untuk memberinya makan.

Selain belajar tanggung jawab, anak-anak juga akan belajar mencintai sesama makhluk hidup.”Binatang yang diberikan kepada mereka akan melatih tanggung jawab pada anak,”kata Psikolog Anak dari Universitas Indonesia (UI) Dr Farah Siregar. Ditambahkan Farah, anakanak cenderung menganggap hewan peliharaan yang mereka peroleh sebagai teman baik.

Jadi anakanak merasa seorang teman bisa diperlakukan seperti ketika dirinya bermain-main dengan anakanak seusianya.Perlakuan yang sama itulah yang juga akan mereka berikan kepada hewan peliharaan yang mereka miliki.

”Karena kecenderungan anak menganggap peliharaan mereka sebagai seorang teman, orang tua harus benar- benar memilih binatang yang aman untuk mereka,”kata Farah dihubungi beberapa waktu lalu. Jika anak-anak sudah menganggap binatang mereka sebagai teman, mereka tidak sungkansungkan memeluk, mencium bahkan memukul binatang kesayangan mereka jika marah.

Saat itulah orang tua harus melindungi anakanaknya. Entah itu kemungkinan bakteri yang menular atau alergi yang bisa saja terjadi pada anakanak yang sensitif, atau kemungkinan anak digigit karena hewan yang menggigit karena merasa tersakiti. Sebelum memberikan hadiah kepada anak-anak seekor binatang, orang tua juga harus bijak menentukan hewan yang akan dipelihara.

Misalnya, apakah sesuai memelihara anjing herder di rumah sempit atau di apartemen yang kecil. Apakah kucing angora tidak akan mengganggu anggota keluarga lain yang alergi terhadap bulu-bulu.Tentukan pula apakah biaya ke dokter hewan cocok dengan anggaran belanja.

”Hitunglah dengan matang saat memilih binatang yang ingin dibeli.Jika sudah dibeli,ajarkan kepada anak batasan-batasan dalam permainan dengan hewan barunya,”katanya. Batasan-batasan yang tegas yang diberikan kepada anak itu bisa berupa larangan. Misalnya, larangan untuk mencium anjing yang sedang bermain, atau larangan memeluk kucing anggora ketika tangan dalam keadaan basah.

”Dengan larangan dan aturan yang tegas,anak jadi tahu dan sadar bagaimana sebenarnya bermain dengan hewan,” ujar dia. Bila tidak dapat memelihara binatang peliharaan di rumah, jangan khawatir.Ini karena tidak harus memiliki binatang peliharaan untuk mengenalkan kehidupan binatang kepada anak-anak.

Orang tua dapat membawa anak ke kebun binatang, Seaworld, peternakan, tempat penangkaran atau di objek wisata sentuh, di mana anak-anak bisa menyentuh binatang. Memilih binatang yang tepat bagi anak di rumah,ternyata juga mendapat tanggapan serius dari orang tua dari tiga anak, Sri Hannah,39 tahun.Menurut dia, hewan peliharaan itu penting bagi anak-anak karena bisa membuat anak lebih ceria,memiliki kesibukan yang bermanfaat daripada bermain game.

Hannah yang juga seorang dokter gigi tersebut mengatakan bahwa peliharaan dapat membantu membangun self-esteem dan rasa percaya diri anak. Juga bisa memperkaya perkembangan emosional anak dengan membuat anak terpapar masalah-masalah penting, seperti reproduksi,kelahiran,penyakit, kecelakaan,kematian,dan rasa sedih. (bernadette lilia nova)

Belajar Empati dari Binatang

MEMELIHARA binatang memiliki makna tersendiri bagi si buah hati. Tak sebatas teman bermain, binatang juga menjadi jurus ampuh untuk mengasah empati si kecil.

Saat memelihara binatang, secara otomatis anak mulai mempelajari kehidupan binatang tersebut. Siklus kehidupan binatang itulah yang kemudian memunculkan empati dan rasa peduli pada anak. Anak akan mengerti bagaimana harus menyikapi binatang yang lapar atau sedang kesakitan.

Saat memberi makan misalnya, secara langsung anak akan belajar bagaimana menyayangi binatang. Malah terkadang ia rela memberikan sebagian makanannya kepada binatang kesayangannya. Si kecil pun akan rela membagi mainannya untuk si kecil.

Tak hanya itu, si kecil juga tak akan segan-segan membagi waktunya untuk binatang piaraannya. Binatang peliharaan mengasah rasa kepekaan anakanak terhadap pertemanan, dukungan, dan cinta. Binatang peliharaan selalu siap memberikan perhatiannya, dan perhatian yang mereka berikan tak terbagi, terutama untuk sesuatu yang menyenangkan.

Masih banyak lagi segi positif yang bisa diperoleh anak dari kecintaannya pada hewan peliharaan. Dengan memiliki bintang semisal hamster, kucing, ikan, anjing, atau apa saja, anak diberi kesempatan untuk merawat dan menjaga. (bernadete)

Referensi : Media Seputar Indonesia, Monday, 18 May 2009

Perkembangan Anak : Stimulasi Anak dengan Permainan

NUTRISI saja tak cukup menunjang pertumbuhan dan perkembangan otak anak.Perlu stimulasi untuk mengoptimalkannya.Stimulasi bisa dilakukan melalui permainan yang menyenangkan.

Perkembangan otak merupakan fondasi awal bagi kecerdasan dan tumbuh kembang anak pada tahap berikutnya. Dalam periode emas perkembangan anak, terjadi perkembangan otak yang paling signifikan. Dikatakan dokter anak spesialis saraf dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr Dwi Putro Widodo, SpA(K) bahwa proses perkembangan otak anak, ada dua tahap, yakni pembentukan sinaps (koneksi) dan transmisi sel otak (komunikasi).

”Pada tahap pertama, sel-sel otak membentuk sinaps, yaitu penghubung antara dua ujung selsel yang berbeda. Sedangkan tahap komunikasi adalah tahap di mana adanya penyampaian pesan antarsel otak.Fase ini adalah fase di mana proses pembelajaran dan daya ingat dimulai,”tutur Dwi.

Dwi menuturkan, diperlukan nutrisi dan stimulasi yang tepat untuk perkembangan otak yang optimal. Di antaranya adalah nutrisi penting untuk otak yaitu DHA. ”DHA dapat membantu proses pembelajaran dan daya tangkap anak,” ucap Dwi saat acara Press Conference ”Enfa A+ Baru dengan Lebih Banyak DHA” di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Penelitian membuktikan bahwa DHA memperkuat keutuhan sel otak dan menjamin komunikasi antarsel- sel otak secara efektif.Untuk mengoptimalkan proses perkembangan otak anak ini tidak cukup dengan nutrisi saja, juga stimulasi. Stimulasi merupakan kegiatan merangsang kemampuan dasar anak agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal.

Stimulasi yang seimbang bagi otak kiri dan otak kanan akan membantu anak memiliki kemampuan yang seimbang juga antara kemampuan khas otak kiri dan kanan.Stimulasi dapat berperan untuk peningkatan fungsi sensorik (dengar, raba, lihat rasa, cium), motorik (gerak kasar, halus), emosi-sosial, bicara,kognitif, mandiri, dan kreativitas (moral,kepemimpinan).

Siapa yang tidak suka bermain, orang dewasa saja masih butuh bermain,terutama anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, di mana mereka masih mendapatkan banyak manfaat dalam bermain yang salah satunya sebagai penerapan pola asuh dari orang tua. Psikolog anak,Dr Rose Mini AP, Mpsi,mengatakan,bermain dalam proses stimulasi yang dilakukan pada anak, penting dilakukan orang tua.

Karena saat inilah otak anak bagaikan sponge baru yang mampu menyerap segala hal dengan cepat dan maksimal.”Untuk itu,semakin banyak pengalaman dan pembelajaran anak, maka semakin banyak yang terserap dan anak akan tumbuh cerdas,” tutur psikolog yang akrab disapa Romi ini.

Romi menjelaskan, yang perlu diingat adalah orang tua harus pandai mengaturnya.Tidak asal dalam memilih permainan sehingga anak dapat berkembang sesuai dengan kapasitasnya. ”Biarkan anak memilih permainannya sendiri. Dengan begitu,anak akan mendapatkan berbagai pengalaman yang menarik rasa ingin tahunya,” kata Romi.

Romi mengatakan,stimulus bisa diberikan saat bermain bersama sehingga akan terasa menyenangkan untuk si kecil. Orang tua bisa memilihkan permainan yang dapat membantu untuk memaksimalkan fungsi serta kemampuan otak dan pikiran anak.Beberapa permainan seperti permainan yang dapat mengenalkan perbedaan dan klasifikasi misalnya puzzle, atau permainan balok.

Atau bisa juga dengan memberikan permainan yang dapat melatih kemampuan emosional dan imajinasi seperti alat musik. Menstimulasi anak dengan bermain, selain menyenang kan dapat membantu orang tua melihat kecerdasan pada anak-anaknya.

Kemampuan orang tua melihat potensi dan bakat anak sangatlah penting karena masing-masing anak memiliki jenis kecerdasan berbeda.” Orang tua perlu menyadari besarnya peran mereka bagi perkembangan anak, terutama perkembangan otaknya,” ungkap motivator keluarga,Gobind Vashdev. (inggrid namirazswara)

Referensi : Media Seputar Indonesia, Tuesday, 19 May 2009

Perkembangan Anak : Pahami Stres pada Anak

SEORANG anak yang berperilaku nakal belum tentu karena si anak tersebut memang nakal.Coba cari tahu penyebabnya,bisa saja si kecil sedang dilanda stres?

Apa yang Anda pikirkan ketika mendapati anak berperilaku nakal atau suka menjahili temannya? Rasa jengkel pasti tebersit, tapi tunggu dulu! Jangan buru-buru memarahinya karena kenakalannya belum tentu karena dia memang nakal. Mungkin saja ada faktor-faktor dari luar yang memicu anak jadi stres sehingga lantas bermanifestasi dalam bentuk kejahilan atau kenakalan.

Dan jangan lupa,masalah yang bersumber dari rumah juga bisa terbawa sampai ke sekolah loh! “Rata-rata anak yang mengalami stres berasal dari keluarga yang broken. Misalnya bapaknya suka memukuli ibunya, atau bapaknya jarang pulang.

Gejala yang tampak di kelas seperti kelihatan ingin menang sendiri, ingin menguasai temannya, pemberontak atau malah sebaliknya berubah menjadi pendiam dan tidak mau apa-apa lagi,” sebut Dra Faida Delta dari SD Pondok Kelapa 03 Pagi,Jakarta.

Gejala yang tampak ketika seorang anak merasa tertekan memang bisa bermacam-macam dan berbeda-beda. Manifestasinya bisa berupa keluhan fisik seperti sakit perut,
migran, dan asma.Atau bisa saja menimbulkan gejala psikis seperti murung dan ketakutan.

Ada pula yang menangis tanpa henti dan berlari tanpa arah tujuan. Menurut Spesialis Perkembangan Anak dari North Carolina Cooperative Extension Service, Karen DeBord PhD, gejala-gejala umum stres bisa berbeda pada setiap tahap perkembangan anak. Pada anak-anak usia preschool bisa diamati dari kurangnya kontrol dirinya, suka lupa waktu, ingin menang sendiri, perubahan pola makan dan enggan bercerita kepada orang tua tentang perasaannya.“

Mereka juga agak gugup saat bicara, sulit tidur dan terkadang mengompol,”ujarnya. Reaksi yang lebih spesifik juga bisa tampak dari anak yang ketakutan, menangis sejadi-jadinya, atau bahkan paranoid. Ada pula anak yang sikapnya kembali seperti bayi lagi. Ia akan merasa ketakutan saat sendirian ditinggal orang tuanya, suka mengisap atau menggigiti jarinya, atau menjadi sangat sensitif terhadap suarasuara.

“Rasa sedih atau marah juga melingkupinya sehingga terkadang dia mimpi buruk, menjadi lebih agresif atau tiba-tiba tidur telungkup sambil menutup kuping,” kata Karen. Melangkah ke masa SD, tipikal anak pada usia ini akan marah dan merasa stres ketika segala sesuatu berlangsung tidak sesuai harapannya.

Manifestasinya bisa pada perubahan perilaku menjadi lebih agresif, bolos sekolah, ketakutan dan hilangnya konsentrasi. Reaksinya juga bisa dengan cara menarik diri dari pergaulan, merasa tidak dicintai dan tidak dipercaya,serta kesulitan mendefinisikan perasaan yang dialaminya.

“Di bawah pengaruh stres, mereka juga mengkhawatirkan masa depannya, kehilangan semangat, mengeluh sakit kepala dan sakit perut, kesulitan tidur, serta sering buang air kecil,”sebut Karen. Selanjutnya menginjak masa pra-remaja,perasaan tertekan biasanya tampak dari sikap suka memberontak, timbul masalah kulit, dan gangguan tidur.

“Gejala ini bisa hilang-timbul dengan tibatiba,” katanya. Kemarahan yang muncul pun biasanya berlangsung lebih lama, pikiran kosong,berkurangnya rasa harga diri dan tidak percaya pada banyak hal di dunia ini.“Orang tua perlu waspada karena mereka juga bisa menunjukkan perilaku yang ekstrem dan berisiko tinggi,seperti mengonsumsi alkohol atau narkoba, bahkan bunuh diri,” sebutnya.

Lantas, apa yang harus dicermati para orang tua? Perubahan perilaku anak adalah jawabannya karena merupakan indikator paling sering dijumpai. Menjahili teman juga bisa jadi merupakan cara anak melampiaskan kegalauan dan stres yang tengah dialaminya. Akibatnya,teman yang dijahili pun jadi ikut-ikutan stres.

“Sering kali ditemui tiba-tiba anak menjadi mogok ke sekolah. Setelah ditelusuri, ternyata masalahnya dia sempat dijahili temannya atau kalah dalam kompetisi. Namun, semuanya kembali lagi pada karakter masing-masing anak,”kata pendidik sekaligus ahli montessori,Lely Tobing. Karakter anak memang turut menentukan ketahanan dan penerimaannya terhadap stres.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh penulis buku Help Kids Cope with Stress & Trauma,Dr Caron Goode,yang mengatakan bahwa pengalaman dan kematangan emosional anak juga turut membentuk karakter yang pada akhirnya dapat membantu si anak dalam mengatasi rasa stresnya. Untuk itu, dalam hal sistem pengajaran di sekolah,Lely Tobing menyarankan agar para guru mencoba mengenali karakter anak didiknya.

“Buatlah strategi pengajaran berdasarkan karakter anak didik, kalau memang sekolah memakai metode active learning atau pendekatan individual. Guru juga harus banyak berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang tua.Sebab, biasanya guru tahu saat si anak mood-nya sedang naik atau turun,” papar Lely.

Lebih lanjut Lely mengungkapkan bahwa untuk anak usia di bawah 6 tahun,lingkup sosialnya masih sangat terbatas.Dengan begitu, guru dan orang tua menjadi orang terdekat di luar pengasuhnya. “Otomatis jika karakter orang terdekat ini membuatnya tidak nyaman, dia pasti akan terganggu dan timbul stres,”sebutnya.

Ketika anak mulai masuk sekolah, relasi sosialnya akan bertambah lagi seperti dengan guru olahraga atau penjaga sekolah.Terkadang lika-liku kehidupan sosial bersama teman di kelas yang sepele sekalipun bisa membuat anak tidak nyaman.Misalkan saat harus berpindah tempat duduk atau bertukar teman sebangku. Seiring perkembangan usia,potensi bersinggungan dengan stres kian bertambah.

Contohnya anak yang mendekati masa puber akan mengalami fase krisis identitas, mulai naksir teman sekelas, dan ketika dikecewakan timbullah stres yang berdampak pada nilai tes yang buruk dan tindakan bullying terhadap teman-temannya. “Kehidupan sekolah menunjukkan angka stres yang meningkat setiap tahunnya.

Dan kasusnya juga kian beragam dan menakutkan. Pesta ulang tahun di sekolah dan kompetisi olahraga antarkelas pun bisa menjadi pemicu reaksi stres pada seorang anak,” kata Dr Caron Goode. (inda susanti)

Referensi : Media Seputar Indonesia, Wednesday, 20 May 2009

Marketing Selling : Biaya Iklan Bisa Tak Terbatas

APAKAH Anda pernah melihat di koran ada iklan yang berbunyi: Ikuti seminar gratis…di Hotel A…., atau datanglah dalam acara kami, dan dapatkan cek kesehatan secara gratis!

Dan dapatkan pula hadiah langsung yang menarik untuk 100 orang pertama yang datang, atau berbagai bentuk iklan lainnya yang menyertakan kata gratis atau hadiah langsung? Menanggapi iklan tersebut, ternyata tidak sedikit orang yang mengatakan, ”Memangnya mereka tidak rugi? Mengadakan seminar atau acara bagus, tapi tiket dan biayanya gratis, di hotel yang berkelas lagi, dan masih diberi hadiah pula”. Atau ada yang berkata, ”Dari mana mereka bisa untung?” Serta masih banyak lagi respons lainnya.

Dari pengalaman saya sendiri, biaya iklan kita sebenarnya bisa tidak terbatas. Artinya, kita juga bisa memberikan sesuatu yang gratis (dan tentu saja juga bermanfaat). Kita bisa melakukannya berulang kali, bahkan dengan biaya tak terbatas. Tentu saja dalam hal ini yang kita lakukan bukan hanya mengeluarkan biaya iklan sebanyak mungkin dan tanpa hasil.Yang saya lakukan adalah selalu membuat suatu iklan yang menghasilkan karena hasilnya telah saya ukur.

Sebagai contohnya: Jika kita ingin mengadakan suatu acara dan kita mengundang peserta secara gratis, di suatu hotel yang bagus,memang kita harus mengeluarkan modal terlebih dahulu antara lain untuk iklan di koran, biaya hotel, dan sebagainya. Namun, jika yang datang atau merespons acara yang kita adakan cukup banyak, misalnya 1.000 orang, dan akhirnya di acara yang kita adakan kita berhasil menjual apa yang kita tawarkan kepada 100 orang saja, dan yang kita jual senilai Rp3 juta per itemnya, sedangkan biaya produksi sesuatu yang kita tawarkan/jual hanya Rp1 juta, maka meski di depan kita harus mengeluarkan biaya hotel, iklan, dan sebagainya (misalnya dengan total pengeluaran Rp30 juta), pada akhirnya kita berhasil mendapatkan penjualan sebesar Rp3 juta x 100 orang atau Rp300 juta.

Kita masih memiliki keuntungan mencapai lebih kurang Rp170 juta (setelah dikurangi biayabiaya pengeluaran). Apakah Anda mau mengulangi hal tersebut? Tentu saja banyak orang akan mau mengulangi kembali jika hasilnya seperti itu, kendati kelihatannya di awal kita harus mengeluarkan biaya cukup besar sekali pun. Jadi kuncinya, jika biaya per pelanggan jauh lebih kecil atau setidaknya lebih kecil dari hasil keuntungan bersih per pelanggan, atau dengan kata lain jika keuntungan bersih Anda per pelanggan dari hasil penjualan jauh lebih besar dari biaya per pelanggan, sudah tentu kita akan bisa mengeluarkan biaya iklan tidak terbatas, bisa diulangi terus, karena sudah terbukti memberikan hasil yang dahsyat.

Selalu diingat, semuanya harus selalu diukur. Dalam hal ini memang kita membutuhkan suatu keahlian dalam bidang pemasaran supaya respons iklannya tinggi dan hasil penjualannya juga tinggi. Dan selalu diingat, agar mendapatkan respons yang tinggi, kita perlu membuat konsep iklannya dengan matang. Informasikan nilai tambah akan apa yang Anda tawarkan. Berikan sensational offer yang dahsyat sehingga orang sangat tertarik untuk melihat iklan Anda dan selanjutnya melakukan tindakan untuk mendatangi atau menghubungi Anda.

Seperti yang telah saya tuliskan sebelumnya, untuk membuat suatu iklan yang efektif, kita harus memperhatikan faktor headline- nya. Karena mengganti headline dengan yang lebih tepat ternyata bisa membuat peningkatan hasil pemasaran atau respons yang lebih dahsyat. Selamat praktik! (*)

TUNG DESEM WARINGIN
Pelatih Sukses No 1 di Indonesia The most Powerful People and Ideas in Business 2005

Referensi : Media Seputar Indonesia, Sunday, 17 May 2009

Artikel Kesehatan : Bugar Jalani Aktivitas Harian

MENGGENDONGanak,naik tangga sambil menenteng belanjaan,atau menaruh tas di atas lemari sering dianggap aktivitas biasa.Padahal,semua itu melibatkan beban dan kekuatan otot,sehingga perlu dilatih.

Bagi mereka yang telah berkeluarga, pelepas kepenatan setelah seharian bekerja adalah bertemu anak. Seperti pengakuan Herman, 30. Berprofesi sebagai sales marketing produk asuransi,pria asal Depok ini memiliki mobilitas tinggi dan jam kerja yang cukup melelahkan. ”Tapi kalau sudah sampai di rumah dan ketemu anak, rasanya semua capek hilang!” ungkap ayah Nayaka, 3, ini. Sepulang kerja, si mungil Nayaka selalu berlari ke pelukan ayahnya.

Herman pun membalasnya dengan mengangkat jagoan ciliknya itu tinggi-tinggi. Hal lain yang menjadi aktivitas rutin adalah berbelanja.Pergi berbelanja ke supermarket, lalu pulang membawa berkantong-kantong belanjaan adalah hal biasa dilakukan para ibu.Namun,manakala harus menaiki tangga sambil menenteng bawaan cukup berat, tanpa sadar mereka telah melakukan latihan beban.Begitu pun saat menaruh tas besar di atas lemari tinggi,otot lengan bekerja lebih dominan.

Contoh lain adalah saat menggendong anak kecil atau mengangkatnya dari lantai ke kursi tinggi. Kesemuanya itu merupakan aktivitas harian sederhana yang sejatinya dapat dilatih supaya lebih kuat. Karena itulah, pusat-pusat kebugaran saat ini tak lagi berfokus pada program pembentukan ataupun pelangsingan badan semata. Tak lagi soal latihan rumit seperti dancedan hip hop,tapi juga latihan sederhana dan fungsional untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Menurut instruktur sekaligus personal trainer Fitness First Senayan City Jakarta,Miko Munir,latihan fungsional dengan menggunakan beban tersebut tak hanya menambah kekuatan otot, juga mencegah cedera. ”Acapkali ditemui seorang ibu yang sepulang kerja menggendong anaknya,tapi malah jadi sakit pinggang. Hal itu karena ototnya lemah,” ungkap pria yang akrab disapa Miko ini. Aktivitas seperti jalan-jalan di mal, menggendong anak, menaiki tangga sambil membawa belanjaan, lanjut Miko,mungkin terkesan mudah dan dapat dilakukan siapapun.

”Tapi latihan ini tetap perlu, karena jika tidak dilatih sampai di mana kekuatan kita? Dengan berlatih, massa otot akan makin banyak,” tandasnya. Miko memberi contoh, banyak yang merasa kuat jalan-jalan di mal selama dua jam nonstop.”Nah,jika ditambah dengan latihan kardiovaskuler rutin, maka Anda bisa kuat jalan-jalan sampai empat jam. Buktikan saja!”serunya. Jenis latihan fungsional yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari tidaklah rumit. Justru sangat mudah dipraktikkan di rumah.

Gerakannya ada yang seperti memotong kayu, memegang tongkat beban,hingga naik tangga biasa.Beban yang dipakai pun bisa didapat di rumah. Misalkan, medicine balldiganti botol air mineral, atau handuk panjang untuk menggantikan tongkat besi. ”Jadi, tidak ada alasan bahwa untuk mencegah cedera harus latihan di gym,” ujar Miko seraya menyebutkan sasaran utama latih- an beban fungsional ini adalah otot kaki, perut, punggung, bahu, lengan depan atau bisep,serta punggung bagian bawah.

”Latihan dan beban ini sifatnya progresif,artinya harus ada peningkatan secara bertahap,”imbuhnya. Untuk satu sesi, latihan dilakukan 10-20 hitungan dan diulang tiga kali. Durasi latihan maksimal 45 menit, termasuk 15 menit aerobik dan latihan kardiovaskuler. Dalam keseharian,bisa juga diawali pemanasan jalan kaki keliling komplek rumah. Saat melihat ada tangga di taman, lakukan gerakan step up (melangkah maju), atau cari trotoar.

Variasikan dengan gerakan step back (mundur sambil menurunkan satu kaki). Perlu diingat,sebelum memulai latihan, jika memiliki cedera tertentu hendaknya berkonsultasi dulu ke dokter atau personal trainer. (inda susanti)

Referensi : Media Seputar Indonesia, Saturday, 16 May 2009

Pengembangan SDM : Ciptakan Atmosfer Kerja lewat Desain Ruang

DEMI menciptakan atmosfer kerja yang nyaman bagi karyawannya, perusahaan mendesain ruang kantor dengan gaya inspiratif.Hal tersebut diyakini dapat memicu motivasi sekaligus inovasi karyawan.

Kantor yang nyaman, asri, dengan tampilan yang tidak monoton, tentu harapan setiap karyawan. Desain kantor seperti ini, dimaksudkan dapat mendongkrak semangat kerja karyawan sehingga mereka akan lebih produktif dalam bekerja dengan didukung kreativitas yang tidak terbatas.

Karenanya, beberapa perusahaan, mengeluarkan anggaran khusus untuk menghadirkan kesan berbeda di perkantorannya. Seperti desain kantor yang diterapkan PT Nutrifood Indonesia. Perkantoran yang berlokasi di kawasan industri Pulo Gadung ini, menekankan desain yang bersifat terbuka.

Hal ini terlihat dari ruang pertemuan maupun ruang kerja yang tidak dibatasi dengan kehadiran pintu. Ruangan pun menjadi lebih lapang, tanpa kehadiran sekat yang dianggap dapat menghambat kelancaran aktivitas berkomunikasi sesama karyawan. Di samping tidak ada pintu dan sekat, beberapa ruangan tampil terbuka dengan kaca-kaca transparan sebagai pengganti dinding.

Tidak seperti ruangan meeting pada umumnya,di PT Nutrifood Indonesia, juga disediakan ruangan meeting dengan konsep lesehan, yang membuat suasana rapat tidak kaku dan lebih akrab. Uniknya, di setiap ruangan dibuat tema yang berbeda.Ruangan tersebut dibedakan dari warna yang dipergunakan untuk dinding maupun konsep ruangan itu sendiri.

Sebut saja di ruangan divisi marketing communication yang menggunakan nuansa oranye.“Warna ini dipilih untuk menciptakan kesan ceria, dan agar memunculkan kreativitas yang bekerja di dalamnya,” ujar Public Relation PT Nutrifood Indonesia Arninta Puspitasari. Sementara warna cokelat tanah, putih dan krem diaplikasikan pada ruangan meeting.

Menurut Ninta, warna-warna tersebut memunculkan kesan homy dan membuat proses brainstroming lebih segar dan efektif. Tampaknya perusahaan ini benar-benar ingin membuat karyawannya betah bekerja dan sekaligus memanjakan mereka. Tak heran, gedung perkantoran ini dilengkapi dengan fasilitas kebugaran dengan sarana yang memadai.

Di Gym tersebut ada beberapa alat fitnes seperti angkat beban, alat untuk melatih otot perut dan punggung, treadmill, serta sepeda statis.Para karyawan dapat menggunakan fasilitas ini kala jam kerja telah usai.Bagi karyawan yang memiliki waktu senggang, dapat menghabiskan waktu di perpustakaan yang tersedia, dengan koleksi buku yang cukup lengkap. Kantin pun dibuat dengan konsep interior yang berbeda.

Kantin ini menggunakan warna-warna berkesan ceria.Karena bergerak di bidang produk makanan sehat,perusahaan ini pun hanya menyajikan menu makanan sehat. Dan bagi karyawan yang ingin mengetahui informasi mengenai seputar nutrisi, di kantin terdapat papan informasi yang memuat tentang itu. Dengan perancangan kantor yang apik,Ninta menganggap kantornya sebagai rumah kedua.

“Begitu masuk saja, sudah terasa nyaman. Gimana enggak betah di kantor?”kata Ninta. Pendapat yang sama juga dilontarkan Manajer PR PT Excelcomindo Pratama Tbk Febriati Nadira.Menurut dia,desain kantor di gedung yang baru ini, lebih baik dan semakin nyaman. Mengusung konsep minimalis,furniturgedung perkantoran yang beralamat di kawasan Mega Kuningan ini,ditata dengan apik dan teratur.

Ruangan pun lebih nyaman dan sehat serta meninggalkan kesan bersih. Perkantoran yang menggunakan warna biru sebagai corporate color pada seluruh dinding ini,menawarkan pemandangan hijau di bagian luar.Yang lebih menarik, dengan pandangan luas karyawan dapat puas melihat suasana luar di sekitar kawasan Mega Kuningan maupun Sudirman.

“Jadi kalau lagi suntuk tinggal melihat keluar, banyak pepohonan dan gedunggedung yang ada di sekitar ini.Bisa fresh lagi,”kata Febriati. Konsep open plan office,juga diusung oleh PT Intiland Development.

Perusahaan ini tidak hanya ingin membuat ruang perkantoran yang bagus,juga dapat meningkatkan produktivitas kerja,teamwork, kenyamanan karyawan, serta penerapan teknologi informasi khususnya komunikasi data. Menurut Project Director PT Intiland Development Permadi Indra Yoga,konsep openplanofficedapatmemaksimalkan pemanfaatan cahaya alami hampir ke semua area kerja.

Semua karyawan bukan hanya dapat melihat pergantian waktu dari pagi hingga sore — yang menurut penelitian dapat meningkatkan produktivitas —tetapi juga dapat melihat viewkotayangsebelumnya hanya bisa dinikmatiparapimpinanperusahaan saja.Jelas cara ini juga dapat menghemat pemakaian energi listrik juga.

Penggunaan banyak kaca sebagai partisi menciptakan ruangruang tembus pandang yang dapat mengurangi privasi direktur hingga karyawan dalam bekerja.Untuk itu PT Intiland Development menyiapkan hub-hub meeting room kecil yang dilengkapi dengan komputer kerja agar bisa digunakan juga oleh karyawan yang membutuhkan privasi supaya dapat bekerja dengan tenang dan lebih konsentrasi.

Dari desain interior kantor yang berlokasi di Wisma Dharmala Sakti ini, terlihat bersih dan lapang. Tampilan desain ini disebabkan minimnya penggunaan dinding penyekat ruangan dan dinding ruangan yang didesain berwarna putih terang. Sedangkan untuk kaca jendelanya menggunakan warna yang transparan.

Tampilan ini membuat suasana ruangan kantor semakin terang dan hangat pada siang harinya. Corporate colour, yakni merah dan oranye tetap dipergunakan sebagai aksen di pintu dan partisi kaca maupun ruang-ruang rapat.Warna merah memberi dampak dinamis, sensual,dan mewah.

Warna ini cenderung mendatangkan energi,aktif, suasana hangat, dan komunikatif, optimis,antusias,dan bersemangat. Baik Ninta, Febriati maupun Yoga berpendapat, desain perkantoran yang inspiratif di kantor masingmasing, membuat semangat kerja menjadi lebih terpacu dan sangat cozy.(sri noviarni/hermansah)

Referensi : Media Seputar Indonesia, Monday, 18 May 2009

Pengembangan SDM : Ruang Kerja Tingkatkan Semangat Karyawan

RUANG perkantoran dapat memberi andil penting bagi karyawan untuk menemukan daya kreatifnya. Ini dapat diterapkan dari arsitektur gedung, perabotan, warna maupun pandangan luar yang dapat dilihat dari jendela.

Hal ini dibenarkan Praktisi Human Resources Department (HRD) Akhmad Guntar. Menurut dia, dengan menciptakan atmosfer dan lingkungan kerja yang kreatif,maka karyawan menjadi lebih bahagia dan sangat kondusif untuk berpikir kreatif.“Sayangnya masih banyak karyawan yang memandang tempat kerja mereka sebagai pendatang stres dan kesengsaraan.”

Padahal iklim kerja yang kondusif dan sarat dengan nuansa yang berkesan ceria,juga dapat menjadi pemicu motivasi serta produktivitas karyawan.“Hal ini tentu mendatangkan keuntungan juga bagi perusahaan,” papar pria yang berprofesi sebagai konsultan sekaligus trainer ini.

Menurut Guntar, lazimnya perusahaan yang sangat memperhatikan konsep desain interior untuk kreativitas karyawannya adalah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi. Guntar mencontohkan,perusahaan besar seperti Google misalnya. Google meyakini pentingnya kreativitas karyawan yang dapat ditingkatkan dengan desain kantor yang mendukung.

Terbukti, di Googleplex,perusahaan memberikan fasilitas yang cukup memadai. Fasilitas ini bukan hanya dimaksudkan untuk kelancaran pekerjaan, juga memberikan keleluasaan bagi karyawan untuk bersantai sejenak. Misalnya dengan kehadiran meja biliar. Mereka pun mempunyai papan gagasan dengan ukuran yang cukup besar.

“Tujuannya untuk menampung aspirasi karyawan. Ini bisa membuat karyawan semangat untuk melontarkan gagasan segar setiap saat,”sebut Guntar. Di samping itu,Google juga memiliki kolam renang berukuran mini. Lain lagi dengan Sun Microsystem.

Dalam upaya untuk mengintensifkan kolaborasi dan interaksi informal para staf, perusahaan vendor komputer ini, merancang ulang area koridor dan dapur, dua tempat di mana para staf sering melakukan diskusi produktif.

Sementara bagi karyawan yang lebih menyukai bekerja di luar, disediakan beberapa bangku dan meja yang ergonomis. Jika perusahaan ingin mengubah tata letak ruang perkantorannya, menurut Guntar,ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu.

Salah satunya perusahaan sebaiknya menyiapkan investasi khusus untuk perubahan itu.Namun,Guntar mengingatkan, perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya yang tinggi. “Terkait untuk ruang kreatif, cukup beri saja kebebasan bagi para karyawan untuk menata sendiri meja atau ruang kerjanya sesuai dengan gaya yang dia anggap paling kondusif untuk berpikir kreatif,”kata Guntar. (sri noviarni)

Referensi : Media Seputar Indonesia, Monday, 18 May 2009

Pengembangan SDM ; 3 Kriteria Pegawai Profesional

PENGAMAT HRD Yodhia Antariksa mengatakan, pegawai yang profesional adalah pegawai yang memiliki tanggung jawab tinggi terhadap tugas dan sasaran kinerja yang diberikan kepadanya.

Pegawai itu memiliki dedikasi dan niatan yang ikhlas untuk menuntaskan segenap tugas yang diamanatkan pada dirinya. Pegawai yang profesional dicirikan tiga kriteria utama. Pertama, selalu memiliki motivasi kerja untuk meraih hasil terbaik dalam setiap pekerjaannya.

Kedua, pegawai profesional adalah mereka juga yang selalu memiliki spirit of learning yang solid untuk mengembangkan kompetensi dirinya. Ketiga yakni profesionalisme pegawai juga ditandai dengan etika kerja yang kuat dan integritas diri yang mulia.

Dengan bekerja profesional, pegawai tersebut akan berkembang baik dalam aspek kompetensi dirinya ataupun aspek spiritualitasnya. Dengan profesionalisme kerja, sang pegawai akan selalu bisa mendapatkan kesempatan untuk melakukan rangkaian tugas yang makin menantang dan juga dengan tanggung jawab yang kian luas.

Dengan cara ini, maka pengalaman dan kompetensi pegawai juga otomatis akan terus bisa berkembang sejalan dengan tugas yang makin meluas. Dari sisi spiritualitas, pegawai yang profesional juga akan makin berkembang. Sebab, pegawai yang profesional memandang tugasnya sebagai salah satu bentuk ibadah—sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada Sang Pencipta.

Dengan mengerjakan tugasnya secara profesional, otomatis juga akan mendapatkan ruang untuk terus memperteguh spiritualitas dirinya. Yodhia menyebutkan, yang lebih penting adalah bagaimana perusahaan bisa membangun kultur di mana profesionalisme bisa terus berkembang.

Tentu di sini insentif memegang peranan, dalam arti berperan sebagai reward agar setiap pegawai bisa terus terpacu memberikan yang terbaik. Namun ini saja tidak cukup. (hermansah)

Referensi : Media Seputar Indonesia, Monday, 18 May 2009

Kepemimpinan : Pemimpin Perempuan Tak Percaya Diri?

BANYAK orang yang sebenarnya punya daya kompetisi dan kompetensi yang baik.Namun,masih tidak percaya diri akan kemampuannya dalam mengerjakan pekerjaannya.

Menurut pakar komunikasi dan kepemimpinan, Natalie R Manor, rasa percaya diri ini kerap menghinggapi kaum perempuan. “Saya sering mendapati para pemimpin perempuan yang sangat kompeten, juga sangat tidak percaya diri kepada dirinya sendiri,” ucap Natalie, seperti dikutip womensmedia. com.

Menurut Natalie, masalah ini memang mengacu pada hal kompetensi versus percaya diri.Karena itulah, untuk membantu kaum perempuan meyakini kemampuannya, ia membimbing perempuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini untuk menemukan kepercayaan dirinya.

Apakah Anda pernah tidak mempersiapkan diri saat akan melakukan pertemuan bisnis? Apakah Anda pernah menerima feedback atau informasi yang salah atau tidak valid tentang diri Anda? Apakah Anda pernah diundang untuk berpartisipasi dalam seminar atau pertemuan yang membahas tentang suatu topik yang menjadi keahlian Anda?

Apakah Anda pernah menerima penghargaan? Apakah Anda pernah membimbing karyawan tanpa diminta terlebih dahulu? Apakah Anda pernah diminta untuk menjadi pemimpin atau penasihat dalam sebuah tim atau proyek? Jika pertanyaan ini dijawab positif, sebenarnya tak ada alasan bagi pemimpin perempuan untuk merasa tidak percaya diri.

“Mereka sudah bekerja keras untuk mempersiapkan rapat, mengerjakan proyek yang sesuai dana dan sukses,membantu melahirkan para pemimpin perusahaan, dan bekerja keras melawan tenggat waktu (deadline). Jadi sudah saatnya mereka menghargai dan mengakui kemampuan mereka sendiri,” ucap Natalie.

Masih menurut Natalie, kepercayaan diri bukanlah sesuatu yang arogan. Hal tersebut adalah sesuatu yang sehat asalkan berdasarkan kualitas kerja yang baik dan komitmen. Untuk lebih menumbuhkan rasa percaya diri, Natalie juga menganjurkan agar kaum perempuan melakukan observasi atau berteman dengan perempuan yang penuh percaya diri.

“Lihat bagaimana dia bergerak danberjalan.Perhatikanjugabagaimana dia berbicara dengan Anda dan orang lain.Perhatikan gaya bicara dan keteguhan serta ketegasannya. Anda akan menemukan betapa mudah untuk menghormati dan percaya pada kata-katanya,” ucap Natalie.

Percaya diri sangat penting untuk menumbuhkan rasa hormat dan kepercayaan. Karena itulah, kompetensi tidak akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa tanpa adanya rasa percaya diri. (herita endriana)

Referensi : Media Seputar Indonesia, Wednesday, 20 May 2009